Sunday, 10 January 2010

Macam dan Kreasi Kopi Nusantara


          Kopi telah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Banyak perjalanan yang di lalui oleh kopi hingga akhirnya menyebar di nusantara hingga akhirnya kopi banyak diminati oleh hampir seluruh lapisan masyarakat, baik itu orang tua sampai anak muda. Semua suka kopi. Ada yang hanya sebagi gaya-gaya-an, ada juga yang mengkonsumsi untuk alasan kesehatan. Semua tergantung selera kita. Untuk memperoleh manfaat yang lebih baik, konsumsilah kopi organik serta kopi Arabic dari Jawa. Kopi Arabic mengandung protein dan anti oksidan yang lebih tinggi dibanding kopi biasa, serta kadar kafeinnya lebih rendah. Selain itu, kopi organik bebas dari pestisida dan bahan-bahan kimia lainnya.

         Kopi Indonesia saat ini menempati peringkat keempat terbesar di dunia. Kopi memiliki sejarah yang panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia, Indonesia diberkati dengan letak geografisnya yang socok bagi tanaman kopi. Di antaranya yang cukup populer bagi penikmat kopi ialah Kopi Lampung,Kopi Toraja, Kopi Papua, Kopi Kintamani, dsb

          Berdasar pada ilmu geografi yang saya dapatkan pada waktu SMP, ada dua jenis kopi , yang dihasilkan oleh dua jenis tumbuhan yang berbeda:pertama, Robusta adalah kopi tradisional. Robusta memiliki cita rasa yang lebih tinggi dapat dikembangakan dalam lingkungan di mana Arabika tidak akan tumbuh, dan bisa di andalkan untuk menjadi pengganti Arabika yang murah. Dengan rasanya yang terkenal pahit dan asam Robusta biasanya tidak dinikmati sendiri.

         Kopi Arabika biasanya dinamakan oleh dermaga di mana kopi ini diekspor, dua yang tertua adalah Mocha dan Jawa. Di zaman modern seperti ini, perdagangan kopi modern lebih spesifik tentang dari mana asal kopi ini. Baik itu atas dasar negara, wilayah, dan kadangkala ladang pembuatnya.

          Di Indonesia ada satu jenis kopi yang sangat terkenal di dunia, bahkan harganaypun selangit. Banyak orang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk menikmati kopi ini. Kopi ini dinamakan Kopi Luwak, Kopi ini dikumpulkan dari kotoran Luwak, proses pencernaannya memberikan rasa yang unik. Kopi jenis ini sangat spesial karena Luwak atau Musang secara alamiah memilih biji kopi yang telah masak untuk dimakan. Biji kopi yang tidak tercerna akan keluar bersama feses luwak.


           Sma seperti kopi yang memiliki jenis yang bermacam-macam, cara pnyajian kopi pun juga ikut bervariasi. Sebagai contoh adalah kota Cirebon. Pada bulan Ramadhan ada tradisi ta’jil, atau yang biasa di sebut hidangan untuk berbuka puasa. Lazimnya ta’jil di masjid, seluruh sajian dihidangkan gratis bagi mereka yang datang ke sana. Kopi arab atau kopi gahwa merupakan ciri khas tajil di Masjid Abang. Minuman yang paling populer adalah kopi Arab. Meski bernama kopi arab, bukan berarti kopinya diimpor dari Arab. Bahkan, bahan kopi merupakan kopi yang banyak dijual di warung-warung. Disebut kopi arab karena semula pembuatnya adalah orang Arab yang tinggal di Panjunan. Hingga kini di kampung ini banyak terdapat orang Arab. Dalam pembuatan kopi Arab tersebut, sebelum direbus, bumbu rempah-rempah direndam, lalu ditumbuk. Setelah air mendidih, bumbu dan kopi dimasukkan dan diaduk hingga kental. Untuk penyajian, hasil rebusan disaring dulu agar ampas kopi dan bumbu tidak ikut tersaji. Perpaduan dari kopi, jahe, dan rempah lainnya membuat rasanya berbeda dengan sekadar kopi dan gula.

         Lain Cirebon, lain pula dengan Priangan. Di Priangan kopi bisa di campur dengan bandrek. Banyak alasan orang menyukai kopi ini. Pertama rasa rempah yang begitu kuat langsung menghangatkan badan yang sedang kedinginan akibat hujan yang tiada henti. Kedua, rasa Kopi Bandrek Hanjuang ini tetap eanak walaupun ampas kasarnya terasa sangat mengganggu. Apalagi harganya pun relatif murah.

*Dikutip dari berbagai sumber
  

 


Semarang Pesona Kuliner


          Semarang memiliki berbagai nama panggilan untuk kota yang memiliki gedung Lawang Sewu ini. Mulai dari Semarang kota Atlas sampai Semarang Pesona Asia. Namun diantara “panggilan sayang” ibukota Jawa Tengah tersebut, Semarang Pesona Kuliner-lah yang paling unik. Semarang banyak memiliki kuliner unik yang mungkin tidak dapat di temukan di kota lain, lunpia salah satunya. Makanan khas ini, tidak akan pernah d lewatkan oleh pengunjung Semarang. Anda berasal dari Semarang, mau pergi ke Semarang, atau hendak meninggalkan Semarang?? Oke... oke saja... Hanya dengan uang lima ribu rupiah, Anda sudah bisa menikmati lunpia dengan rasa manis dan gurih. Walaupun tudak berbahan dasar nasi, namun dengan mengkonsumsi sepiring lunpia sudah cukup membuat perut anda kenyang. Lunpia ini cukup menarik, dengan isi udang, telur, ayam dan ikan pihi. Isian itu dibalut tepung. Untuk penyajian, dilengkapi saus terbuat dari kecap dan bawang serta lalapan acar, dan cabai. Tidak heran Lunpia ini bisa menghasilkan rasa yang lezat.

          Selain Lunpia, ada juga gulai. Makanan ini memang sudah terkenal di mana-mana, namun di Semarang ada gulai kambing spesial khas semarang, yang pastinya sangat sayang untuk di lewatkan, namanya gulai kambing Bustaman. Kuah gulai Bustman tidak menggunakan santan seprti gulai pada umumnya meski salah satu bahan bakunya menggunakan kelapa. Namun, jangan salah, kelapa tersebut untuk di parut dan di goreng sangan. Gorengan parutan kelapa tersebut lalu ditumbuk halus dicampur rempah-rempah untuk bumbu kuahnya. Selain itu juga terdapat campuran cengkeh dan kayu manis. Bagi kalian yang ingin menikmati gulai Bustaman ini, jangan lupa singgah ke belakang gereja Blenduk.

          Anda penggemar ikan bandeng dan sedang berada di Semarang?? Jangan lupa singgah di pusat oleh-oleh kota yang berada di jalan Pandanaran. Di situ berderet pusat oleh-oleh khas Semarang, khususnya Bandeng Presto. Ada berbagai macam Bandeng Presto yang di tawarkan di pusat oleh-oleh tersebut. Sebut saja Bandeng Dalam Sangkar (digoreng dalam telur), Bandeng Otak-Otak, Bandeng Teriyaki, Bandeng Boneless, Bandeng Vacuum (tahan sampai 3 bulan), dan sebagainya. Anda bisa memilih beberapa di antaranya. Semuanya menarik untuk di coba.

          Jajanan terakhir yang merupakan khas kota Atlas adalah Wingko Babat. Dulu, Wingko Babat hanya memiliki satu rasa saja, yaitu kelapa. Namun sekarang, Wingko Babat ini menyajikan berbagai pilihan rasa, seperti rasa kelapa (standar), nangka, coklat, aren sampai varian rasa lainnya seperti durian dan choco chip. Kita dapat membelinya dalam besek isi 20 pcs, dan isinya bisa kita pilih sesuka kita, tentunya dengan harga yang sedikit berbeda untuk setiap rasa. Menyenangkan bukan berwisata kuliner di Semarang...  Jangan ragu untuk membeli dalam jumlah banyak. Pedagang yang ramah pasti akan memberikan harga yang ramah pula untuk Anda, apalagi kalau Anda membeli dalam jumlah banyak. Pastikan Semarang Pesona Kuliner menjadi kota kunjungan Anda... 







*Di kutip dari berbagai sumber


 
 

My Blog List

Term of Use

Live Your Life Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino